Viewer

Viewer

Viewer

Wednesday, August 26, 2015

SEJARAH

SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA,KISAH,ILMU,DAN SENI



Sejarah sebagai Peristiwa

Sejarah adalah peristiwa yg terjadi pada masa lampau sejarah sebagai peristiwa merupakan sejarah sebagaimana terjadinya (historie realite). Tidak semua peristiwa di masalalu dianggap sebagai sejarah. Sutu peristiwa dianggap sebagai peristiwa jika peristiwa itu dapat dikaitkan dengan peristiwa yg lain sebagai bagian dari proses atau dinamika dalam suatu konteks historis. Antara peristiwa-peristiwa itu terdapat hubungan sebab akibat. Penyebab merupakan hal yg menyebabkan suatu peristiwa dapat terjadi
Kesinambungan antara peristiwa yg satu ke peristiwa yg lain dalam hubungan sebab akibat terdapat dalam konteks waktu,pelaku,dan tempat

Sejarah sebagai kisah

Ada kemungkinan sejarah sebagai kisah bersifat subjektif subjektivitasnya terletak pada bagaimana sejarah tersebut diturunkan atau duceritakan oleh seseorang
Factor kepentingan terlihat dari cara seseorang menuturkan kisah sejarahnya.
Factor kelompok social yg dimiliki si penutur ejarah juga dapat mempengaruhi cara penulisan sejarah.

Sejarah sebagai Ilmu


Sejarah sebagai ilmu positif berawal dari anjuran Leopold von Ranke kepada para sejarawan untuk menulis apa yg sesungguhnya terjadi.dengan menulis apa yg terjadi,sejarah akan menjadi objektif.
Sejarah dapat dilihat sebagai ilmu dengan karakteristik tertentu.sejarah termasuk dalam ilmu manusia yg dalam perjalanan waktu di pecah menjadi ilmu social dan ilmu kemanusiaan.
Sejarah termasuk ilmu empiris,Karenna itu lah sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia.
Karena sejarah berbicara tentang manusia,biasanya sejarah di masukkan dalam ilmu kemanusiaan.akan tetapi,sejarah berbeda dengan antropologi dan sosiologi.sejarah membicarakan manusia dari segi waktu. Dalam waktu. Ada 4 hal yg perlu diperhatikan.yakni perkembangan,kesinambungan,pengulangan,dan perubahan artinya sejarah melihat perkembangan masyarakat dari satu bentuk kebentuk yg lain.
Sejarah juga melihat kesinambungan yg terjadi dalam suatu masyarakat.sejarah juga melihat pengulangan peristiwa yg terjadi pada masa lampau.sejrah juga melihat perubahan yg terjadi di dalam masyarakat yg biasanya disebabkan oleh pengaruh dari luar.
Dalam maneliti objeknya,sejarah berpegang dengan teorinya sendiri.selain mempunyai teori,sejarah juga mempunyai generalisasi seperti ilmu lain,sejarah juga menarik kesimpulan-kesimpulan umum.sering kali generalisasi sejarah merupakan koreksi atas kesimpulan-kesimpulan ilmu lain.untuk itu sejarah juga mempunyai metode sendiri,berbeda dengan hokum ilmu-ilmu social yg terlalu bersifat mekanis.metode sejarah bersifat terbuka dan hanya tunduk pada fakta.
Sejarah juga seperti ilmu-ilmu lain yg membutuhkn riset,penulisan yg baik,penalaran yg teratur,dan sistematika ygruntut,serta konsep yang jelas.

Sejarah sebagai Seni


Sejarah juga dapat di lihat sebagai seni.sebagaimana seni,sejarah juga bmembutuhkan intuisi,emosi,dan gaya bahasa.
Dalam melihat sejarah sebagai seni yg akan memakai intuisi.sejarawan harus dapat membayangkan apa yg sebenarnya sedang terjadi dan apa yg terjadi sesudahnya.
Sejarah sebagai seni mempunyai beberapa kekurangan.pertama,sejarah sebagai seni akan kehilangan ketepatan dan objektivitasnya Karenna seni merupakan hasil imajinasi,kwtepatan dan objektivitas sangat perlu dalam penulisan sejarah.ketepatan berarti kesesuaian antara fakta dgn tulisan sejarah,objektivitas berarti tidak ada pandangan yg individual.kedua sejarah akan terbatas.
Sejarah juga memberikan sumbangan terhadappenulisan sejarahseni memberikan karakteristik yg dapat menggambarkan watak orang dalam biografi kolektif.

ILMU BANTU SEJARAH

Macam-macam ilmu-ilmu bantu sejarah


Gambar : Ilmu Bantu Sejarah

Ilmu Bantu Sejarah - Sejarah merupakan ilmu yang digunakan untuk mempelajari masa lampau. Hal itu tidak bisa lepas dengan penggunaan ilmu-ilmu lainnya. Ilmu tersebut biasa disebut Ilmu Bantu Sejarah. Disini saya akan berbagi ilmu kepada Anda tentang apa saja ilmu bantu sejarah.

Macam – macam ilmu bantu sejarah yang pokok adalah :
    1.    Arkheologi(Ilmu/sejarah Purbakala), yaitu ilmu yang membicarakan warisan masa lampau yang bersifat fisual berupa alat- alat dari kehidupan zaman lampau.(misalnya alat- alat rumah tangga, sisa-sisa bangunan kuno, senjata dls). Arkheologi sangat besar bantuannya terhadap sejarah kebudayaan terlebih-lebih kebudayaan zaman prasejarah.

    2.    Ilmu Piagam/ Ilmu Prasasti, adalah suatu disiplin ilmu yang khusus mempelajari prasasti- prsassti sebagi obyek studinya. Seperti kita ketahui bersama bahwa Piagam/Prasasti merupakan sumber sejarah yangbersifat tertulis yang sangat penting bahkan merupakan sumber sejarah Primair, kecuali tulisan-tulisan dalam prasasti banyak macamnya yang perlu penggaraan khusus (Tulisan Palawa, Prenagari dan Jawa Kuno) juga sering terjadi kita temukan suatu prasasti yang sudah bukan asli lagi(PrasastTinulat/Turunan) hal itu semua menjdi bidang pembahasan Ilmu Prasasti.

    3.FILOLOGI (mempelajari naskah-naskah kuno) adalah ilmu yang membahas tentang bahasa dan kesusastraan suatu bangsa/ masyarakat. Terhadap perkembangan bahasa pada masa lalu para Filolog melakukan penelitiannya melalui bahan naskah-naskah tulisan kuno, melalui penelitian mengenai perbandingan bahasa, persebaran istilah,penafsiran arti kata. Maka para ahli filologi dapat menghasilokan suatu karya tenatang persebaran kebuadayaan, interpelasi lokasi pusat kerajaan. Emikianlah maka filologi besar bantuannya terhadap sejarah.

    4.    PALAEOGRAFI (ilmu tulisan kuno) yaitu suatu ilmu yang mempelajari tulisan-tulisan kuno yang sebenarnya tidak hanya tercantum dalam piagam saja (misalnya tulisan. Mesir kuno=Hieroglif)

    5.    CRONOLOGI, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hitungan waktu. Dalam kajian sejarah ilmu Cronologi dapat dibedakan menjadi 3 ( hitungan sejarah, matematik dan tekhnik)
Ilmu hitngan waktu sejarah bertujuan untuk mendapatkan bahan tentang waktu kejadian dalam sejarah. Dari bahan–bahan yang didapat akhirnya Cronologi menafsirkan kapan peristiwanya terjadi. Mengenai perhitungan waktu kita kenal adanya pemakaian tahun masehi, tahun hijriah, tahun saka sebagai patokan  

    6.  NUMISMATIK (ilmu yang mempelajari mata uang) ilmu yang mempelajari mata uang kuno dan peneng, sebagai obyek studinya. Adalah fungsi mata uang, arti lambang(gambar), yang terdapat didalamnya, persebaranya jenis logam yang digunakan. Ilmu mata uang akan banyak membantu sejarah terutaa dalam membahas sejarah perekonomian/perdagangan dimasa lampau dan sejarah kesenian.

    7.  GENEALOGI (pengetahuan mengenai asal usul nenek moyang) Yaitu ilmu yang membicarakan asal usul keturunan serta hubungan individu berdasarkan keturunan. Terhadap bidang sejarah genealogi banyak memberikan penjelasan tentangasal-usul seseorang serta tokoh hubungan keluarga antara raja-raja,asal-usul sekelompok lapisan masyarakat dls.
    Selain ilmu bantu tersebut diatas masih banyak ilmu lain yang banyak sumbangannya terhadap sejarah,Antara lain Ilmu ekonomi, sosiologi, antropologi, hieraldik, ethnologi, ethnografi, ikonografi dan sebagainya.

Sunday, August 23, 2015

TEORI MASUKNYA AGAMA HINDU BUDHA DI INDONESIA

Teori Masuknya Agama Hindu
a. Teori Brahmana


Brahmana (sumber: http://www.indiancultureonline.com/



Brahmana dan para muridnya (sumber: http://www.gymnasium-spaichingen.de/blili/india/castesystem/

Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para Brahmana. Brahmana merupakan kasta tertinggi dalam ajaran Hindu. Kasta Brahman merupakan satu-satunya kasta yang boleh mempelajari Kitab Weda.

b. Teori Ksatria


Ksatria (sumber: http://www.gymnasium-spaichingen.de/blili/india/castesystem/)

Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh kaum Ksatria melalui penaklukan wilayah (ekspansi). Ksatria merupakan kasta kedua setelah Brahmana, yang terdiri dari prajurit perang.

c. Teori Waisya


Waisya (sumber: http://www.gymnasium-spaichingen.de/blili/india/castesystem/)

Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para pedagang yang melalui Indonesia dan kemudian mengajarkan ajaran agama Hindu ke penduduk setempat. Waisa merupakan kasta ketiga, yang terdiri dari para pedagang.

d. Teori Arus Balik



Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia dibawa oleh para pelajar (orang Indonesia) yang belajar atau mendalami agama Hindu di India kemudian setelah mereka menempuh pendidikan, lalu mereka pulang dan mengajarkan (menyebarluaskan) ajaran Hindu kepada penduduk setempat.